Rabu, 26 Desember 2012

Tata Ruang Kelas untuk Belajar


MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR YANG MENYENANGKAN DAN CERDAS  MELALUI KREATIVITAS TATA RUANG KELAS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Faktor penting yang menentukan hasil belajar adalah lingkungan kelas. Dalam lingkungan kelas yang menyenangkan, siswa akan senang belajar, dan secara langsung akan meningkatkan hasil belajar. Sebaliknya jika lingkungan kelas tidak nyaman maka tidak akan mendukung hasil belajar yang maksimal. Lingkungan kelas merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar siswa. Ruang kelas merupakan ruang untuk siswa mengeksplor kemampuan berupa tindakan siswa yang berwujud aktivitas sehari-hari untuk mengikuti berbagai macam bentuk pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas sebagai bentuk keaktifan siswa.
Ruang belajar mempunyai peranan yang cukup besar dalam menentukan hasil belajar yang memenuhi hasil belajar seseorang. Setiap siswa hendaknya memiliki ruang belajar yang memenuhi persyaratan fisik tertentu. Persyaratan yang diperlukan untuk ruang belajar adalah bebas dari gangguan disesuaikan dengan ruang belajar juga harus bebas dari kemungkinan gangguan dari lingkungan luar. Tujuannya agar daya konsentrasi siswa tidak terganggu dan siswa masih berpusat pada pelajaran.
Kemudian sirkulasi dan suhu udara yang baik di ruang kelas. Pada saat ini banyak sekolah yang menggunakan alat pengatur udara (AC). Namun jika tidak memiliki ruang yang sirkulasi udara yang cukup baik, maka carilah tempat dan waktu yang baik untuk itu. Suhu udara haruslah yang enak untuk diri anda, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Jika punya kamar sendiri dan kebetulan ventilasinya kurang baik, jangan segan-segan untuk membuat jendela.

Penerangan yang baik juga mempengaruhi kegiatan pembelajaran dikelas yaitu dengan adanya cahaya yang baik datangnya haruslah dari sisi atau atas kita dan bukan cahaya langsung. Cahaya yang jatuhnya kepermukaan buku secara tidak langsung. Cahaya yang jatuhnya kepermukaan buku secara tidak langsung, akan meringankan beban mata yang digunakan dalam beraktivitas.
Sudah menjadi kewajiban bersama dalam membantu anak didik kita untuk menunjang berbagai bentuk aktivitas pembelajaran yang beragam ditunjang dengan lingkungan yang mendukung untuk belajar disertai dengan bentuk tata ruang yang baik sebagai penunjang kegiatan di kelas yang akan memebentuk kreativitas siswa dalam mengikuti pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas. Disini guru yang memiliki tanggung jawab cukup besar dalam mendidik mereka karena orang tua memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah, khususnya guru untuk mendidik anak mereka. Diperlukan pemahaman lebih mendalam untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas . Perlu dipahami oleh guru, bagaimana karakteristik ruang kelas yang menyenangkan dan cerdas ? Faktor apa yang mempengaruhi penataan ruang dalam pembelajaran di kelas?
B. Rumusan Masalah
Pada latar belakang tersebut maka kami merumuskan beberapa bahan permasalahan yang akan kami bahas lebih lanjut, sebagai berikut:
1. Bagaimanakah karakteristik ruang kelas yang menyenangkan dan cerdas?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi penataan ruang dalam pembelajaran di kelas ?
C. Tujuan
Adapun tujuan dalam penyusunan tulisan ini pada khususnya bagi penyusun dan umumnya untuk pembaca yang terhormat yaitu diantaranya:
1. Memberi pemahaman mengenai karakteristik ruang kelas yang menyenangkan dan cerdas. 
2. Menyiapkan diri sebagai calon pendidik menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas.
3. Berbagi informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penataan ruang dalam pembelajaran di kelas.
D. Manfaat
a. Untuk Pembaca:
1) Sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan baru.
2) Memberikan saran pada para pengajar untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas melalui kreativitas tata ruang kelas.
3) Memberikan pertimbangan pada para pendidik  agar dalam pembelajaran mempertimbangka penataan ruang dalam pembelajaran di kelas.
b. Untuk Penyusun:
1) Menambah pengetahuan dan wawasan baru.
2) Menjadi bahan referensi nantinya apabila sudah terjun menjadi seorang guru dalam mengahadapi permasalahan di kelas.
3) Memberikan motivasi tentang bagaimana seharusnya saya sebagai calon guru agar dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas melalui kreativitas tata ruang kelas.
4) Latihan membuat suatu karya tulis.

E. Relevansi Tulisan
Dalam tulisan ini membahas mengenai menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan cerdas melalui kreativitas tata ruang kelas dan ini relevan dengan materi yang terdapat dibuku manajemen kelas untuk guru SD. Dan tambahan informasi lainnya seperti faktor-faktor yang mempengaruhi penataan ruang dalam pembelajaran di kelas serta pemahaman mengenai karakteristik pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas, masih berkaitan dengan materi tersebut sesuai di beberapa buku referensi atau sumber lainnya yang tercantum di daftar pustaka.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Karakteristik Ruang Kelas yang Menyenangkan dan Cerdas 
Suryosubroto (2004: 146) mengemukakan bahwa letak dan lingkungan, sekolah-sekolah kita di seluruh tanah air ini dengan menunjukkan perbedaan situasi dan kondisi dan sifat-sifat lingkungannya. Sekolah yang ada di seluruh tanah air indonesia mempunyai kondisi khususnya tempat belajar yang sama tidak sama yaitu letak sekolah kemudian lingkungan serta bangunan yang layak untuk belajar. Banyak sekolah yang masih mengalami kekurangan seperti ruang kelas karena masih banyak keterbatasan dana lalu adanya bencana yang kemudian belum di perbaiki karena masih sulit untuk dijangkau area sekolah yang letaknya jauh dari perkotaan serta minimnya fasilitas sekolah maupun lingkungan yang kurang mendukung juga belum berkembang seperti di kota besar. Sedangkan diperkotaan sekolah pada umumnya sudah layak digunakan dan sarana prasarana sangat mendukung untuk kegiatan belajar di ruang kelas. Jadi sekolah sudah mampu melaksanakan berbagai pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas karena fasilitas yang sudah disediakan sekolah mampu menunjang pembelajaran. Ruang belajar sangat mendukung dengan tata ruang yang bervariasi ketimbang sekolah di daerah terpencil sangat memprihatinkan. 
Kelas merupakan taman belajar bagi siswa dan menjadi tempat mereka, bertumbuh dan berkembang baik secara fisik, intelektual maupun emosional.” (Komsini, Dwi Sri Hartini, 1997:12). Kelas merupakan ruang kegiatan belajar siswa untuk menerima pengetahuan serta informasi yang diterima melalui materi pembelajaran dengan berbagai model pembelajaran yang bervariasi. Kelas dapat dibentuk dengan pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas melalui kreativitas tata ruang yang dimodivikasi sebagai bentuk apresiasi siswa di dalam hasil belajar siswa yang berbentuk karya/pekerjaan akhir yang di tandai dengan wujud penghargaan hasil akhir yang di buat. 

Berikut adalah empat kunci sebagai panduan untuk memutuskan mengenai pengaturan ruang (Evertson, Emmer, 2011)
1. Jadikan wilayah berlalu lintas tinggi bebas dari kemacetan.
Wilayah-wilayah di mana banyak siswa berkumpul dan wilayah yang selalu digunakan dapat menjadi tempat bagi distraksi dan kekacauan. Wilayah dengan lalu lintas tinggi meliputi wilayah kerja kelompok, penajam pensil, tempat sampah, keran air minum, beberapa rak buku tertentu dan wilayah penyimpanan, stasiun komputer, meja tulis siswa, dan meja tulis guru. Wilayah ini sebaiknya dipisahkan dalam jarak yang luas satu sama lain, memiliki ruang yang luas, dan mudah dicapai. Jika para siswa akan bekerja dengan komputer atau berbagai bagian di ruangan selama satu mata pelajaran, pastikan bahwa mereka bisa berpindah dengan mudah dari satu tempat ke tempat lainnya.
2. Pastikan bahwa para siswa dapat dipantau dengan mudah oleh guru.
Pemantauan terhadap para siswa yang cermat merupakan salah satu tugas pengaturan utama. Keberhasilan anda dalam memantau akan bergantung pada kemampuan anda melihat seluruh siswa sepanjang waktu. Oleh karena itu, pastikan terdapat jarak pandang yang jelas diantara wilayah-wilayah pembelajaran, meja tulis anda, meja tulis siswa, dan seluruh wilayah kerja siswa. Perhatikanlah terutama penempatan lemari buku, lemari arsip, dan barang-barang perabotan dan perlengkapan lainnya yang dapat menghalangi pandangan anda. Berdirilah di berbagai tempat yang berbeda diruangan dan periksalah adanya titik-titik terhalangnya pandangan.
3. Jaga material pengajaran yang sering digunakan dan perlengkan para siswa mudah di akses.
Menjaga material untuk mudah diakses tidak hanya mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mempersiapkannya dan membersihkannya, itu juga membantu menghindari pelambatan dan penundaan yang menghambat dalam proses belajar mengajar. Jika anda atau siswa harus berhenti untuk menempatkan material dan perlengkapan yang dibutuhkan, anda beresiko kehilangan perhatian dan keterlibatan siswa serta waktu pembelajaran dan proses belajar mengajar
4. Pastikan bahwa para siswa dapat dengan mudah melihat presentasi dan tampilan seisi kelas.
Ketika merencanakan posisi anda dan para siswa dalam presentasi dan diskusi yang melibatkan seluruh kelas, pastikan bahwa pengaturan tempat duduk akan memungkinkan para siswa melihat layar OHP atau papan tulis tanpa harus memindahkan kursi mereka, memutar meja tulis mereka, atau memiringkan lehar mereka. Selain itu, jangan rencanakan menyelenggarakan kegiatan kelas di sebuah sudut ruang yang jauh dari sejumlah besar siswa. Kondisi-kondisi semacam itu tidak membuat para siswa memperhatikan, dan mereka lebih menyulitkan anda untuk melibatkan seluruh siswa. Periksalah seberapa baik para siswa anda dapat melihat dengan duduk sebentar di meja tulis di berbagai tempat yang berbeda di ruang. 
Menurut Ahmad (1995:14) syarat-syarat kelas yang baik adalah: (1) rapi, bersih, sehat, tidak lembab, (2) cukup cahaya yang meneranginya, (3) sirkulasi udara cukup, (4) perabot dalam keadaan baik,cukup jumlahnya dan ditata dengan rapi, dan (4) jumlah siswa tidak lebih dari 40 orang.
Beberapa syarat yang perlu diupayakan agar kelas nyaman dan menyenangkan menurut Ahmad (1997:35) adalah sebagai berikut:
1. Tata Ruang Kelas 
Pada prinsipnya sistem belajar yang kita anut di SD adalah sistem klasikal. Tetapi ada beberapa metode mengajar yang tidak selalu memakai sistem klasikal, misalnya metode eksperimen, diskusi kelompok, dan lain sebagainya. Dalam penataan ruang kelas, almari kelas dapat ditempatkan disamping papan tulis atau disamping meja guru. Jika ada almari kelas tambahan dapat ditaruh dibelakang kelas, sebaiknya almari tersebut terbuat dari kaca untuk penyimpan piagam,vandel, dan kepustakaan kelas. Pengaturan tempat perabot kelas dapat dipindah-pindahkan sesuai dengan keadaan atau kondisi setempat.
2. Menata Perabot Kelas 
Menurut Djauzak Ahmad (2004:20) perabot kelas meliputi : (a) papan tulis, (b) meja kursi guru, (c) meja kursi siswa, (d) almari kelas, (e) jadwal pelajaran, (f) papan absensi, (g) daftar piket kelas, (h) kalender pendidikan, (i) gambar-gambar, (j) tempat cuci tangan, (k) tempat sampah, (l) sapu dan alat pembersih lainnya, dan (m) gambar-gambar alat peraga. Dari pendapat Ahmad dapat diuraikan sebagai berikut: 
a. PapanTulis
Papan tulis harus cukup besar dan permukaan dasarnya harus rata. Warna dasar papan tulis yang mulai menipis atau belang harus segera di cat ulang. Papan tulis harus ditempatkan di depan dan cukup cahaya. Penempatannya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, sehingga siswa yang duduk dibelakang masih melihat atau membaca tulisan yang paling bawah.
b. Meja kursi Guru 
Meja kursi guru ukurannya disesuaikan dengan standart yang ada, meja guru berlaci dan ada kuncinya, meja kursi guru ditempatkan di tempat strategis, misalnya di kanan atau di kiri papan tulis, supaya tidak menghalangi pandangan siswa ke papan tulis. 
c. Meja kursi Siswa
Meja kursi siswa ditata sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan kondisi kelas yang menyenangkan, ukuran mejadan kursi disesuaikan dengan ukuran badan siswa dan dilengkapi dengan tempat tas atau buku.  
d. Alamari Kelas 
Alamari kelas dapat ditempatkan di samping papan tulis atau sebelah kiri atau kanan dinding bisa juga diletakkan di sebelah meja guru. 
e. Jadwal Pelajaran     
Jadwal pelajaran ditempatkan di tempat yang mudahdilihat.  
f. Papan Absensi  
Papan absensi ditempatkan di sebelah papan tulis atau di dinding samping kelas. Guru juga harus memiliki catatan daftar hadir siswa di buku khusus, karena daftar hadir di papan diganti setiap harisesuaikeadaan.  
g. Daftar Piket kelas 
Daftar piket kelas ditempatkan disamping papan absensi.
h. Kalender Pendidikan 
Kalender pendidikan ditempel pada tempat yang mudah dilihat. 
i. Gambar-Gambar 
Gambar Presiden, Wakil Presiden, dan lambang burung Garuda Pancasila ditempatkan di depan kelas di atas papan tulis, posisi penempatannya disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
j. Tempat Cuci Tangan dan Lap Tangan 
Tempat cuci tangan dan lap tangan diletakkan di depan kelas dekat pintu masuk. 
k. Tempat sampah  
Tempat sampah diletakkan di sudut kelas. Besar kecilnya tempat sampah disesuaikan dengan kebutuhan.

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tata Ruang dalam Pembelajaran di kelas.
Pembelajaran yang efektif dapat bermula dari iklim kelas yang dapat menciptakan suasana belajar yang menggairahkan, untuk itu perlu diperhatikan pengaturan/ penataan ruang kelas dan isinya, selama proses pembelajaran. Lingkunagan kelas perlu ditata dengan baik sehingga memungkinkan terjadinya interaksi yang aktif antara siswa dengan guru, dan antar siswa. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menata lingkungan fisik kelas menurut Loisell (Winataputra, 2003: 9.22) yaitu:
1. Visibility ( Keleluasaan Pandangan)
Visibility artinya penempatan dan penataan barang-barang di dalam kelas tidak mengganggu pandangan siswa, sehingga siswa secara leluasa dapat memandang guru, benda atau kegiatan yang sedang berlangsung. Begitu pula guru harus dapat memandang semua siswa kegiatan pembelajaran.
2. Accesibility (mudah dicapai)
Penataan ruang harus dapat memudahkan siswa untuk meraih atau mengambil barang-barang yang dibutuhkan selama proses pembelajaran. Selain itu jarak antar tempat duduk harus cukup untuk dilalui oleh siswa sehingga siswa dapat bergerak dengan mudah dan tidak mengganggu siswa lain yang sedang bekerja.
3. Fleksibilitas (Keluwesan)
Barang-barang di dalam kelas hendaknya mudah ditata dan dipindahkan yang disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. Seperti penataan tempat duduk yang perlu dirubah jika proses pembelajaran menggunakan metode diskusi, dan kerja kelompok.
4. Kenyamanan
Kenyamanan disini berkenaan dengan temperatur ruangan, cahaya, suara, dan kepadatan kelas.
5. Keindahan
Prinsip keindahan ini berkenaan dengan usaha guru menata ruang kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan belajar. Ruangan kelas yang indah dan menyenangkan dapat berengaruh positif pada sikap dan tingkah laku siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk bekelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu dan memantau tingkah laku siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan menurut Conny Semawan,dkk. (udhiezx.wordpress: 3) yaitu:
Ukuran bentuk kelas
Bentuk serta ukuran bangku dan meja
Jumlah siswa dalam kelas
Jumlah siswa dalam setiap kelompok
Jumlah kelompok dalam kelas
Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa yang pandai dan kurang pandai, pria dan wanita).
Agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan , perlu diperhatikan pengaturan dan penataan ruang kelas/belajar. Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu siswa dalam belajar. Dalam masalah pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan keberhasilan kelas, pentilasi  serta cahaya.
1. Pengaturan tempat duduk
Menurut (Komsini, Dwi Sri Hartini, 1997:12) menyatakan bahwa pengaturan tempat duduk hendakntinya dapat dan mudah di ubah sesuai dengan kevutuhannya.  Dalam belajar tempat duduk sangatlah berpengaruh. Bila tempat duduknya bagus, tidak terlalu rendah, tidak terlalu besar, bundar, persegi empat panjang, sesuai dengan keadaan tubuh siswa, maka akan dapat belajar dengan tenang. Sebaiknya yang mempunyai porsi tubuh yang pendek, yang terganggu pendengarannya, dan terganggu penglihatannya ditempatkan dibagian depan sebaliknya siswa yang tinggi ditempatkan dibagian belakang.
2. Pengaturan alat-alat pengajaran
Alat-alat pengajaran di kelas yang harus diatur sebagai berikut:
Perpustakaan kelas
a.   Sekolah yang maju ada perpustakaan disetiap kelas
b.   Pengaturannya bersama-sama siswa
Alat-alat peraga media pengajaran
a.  Alat peraga atau media pengajaran semestinya dilakukan dikelas agar memudahkan dalam penggunaannya. 
b.  Pengaturannya bersama-sama siswa
Papan tulis, kapur tulis dan lain-lain
a.   Ukurannya disesuaikan
b.   Warnanya harus kontras
c.   Penampakannya  memperhatikan estetika dan terjangkau oleh semua siswa
Papan presentasi siswa
a.   Ditempatkan dibagian depan sehingga dapat dilihat oleh semua siswa
b.   Difungsikan sebagaimana mestinya.
3. Penataan keindahan dan kebersihan kelas
1)  hiasan dinding (panjang kelas) hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan pengajaran,  misalnya :
a.   Burung garuda
b.   Teks proklamasi
c.   Slogan pendidikan
d.   Para pahlawan
e.   Peta/globe
2)  penempatan lemari
a.   Untuk buku di depan
b.   Alat-alat peraga di belakang
3)  pemeliharaan kebersihan
a.   Siswa bergiliran untuk membersihkan kelas
b.   Guru memeriksa kebersihan ketertiban kelas
4. Ventilasi dan tata cahaya
Ada ventilasi yang sesuai dengan ruang kelas
Sebaiknya tidak merokok
Pengaturan adanya perlu diperhatikan
Cahaya yang masuk harus cukup. 

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Suryosubroto (2004: 146) mengemukakan bahwa letak dan lingkungan, sekolah-sekolah kita di seluruh tanah air ini dengan menunjukkan perbedaan situasi dan kondisi dan sifat-sifat lingkungannya.
Berikut adalah empat kunci sebagai panduan untuk memutuskan mengenai pengaturan ruang (Evertson, Emmer, 2011)
1. Jadikan wilayah berlalu lintas tinggi bebas dari kemacetan.
2. Pastikan bahwa para siswa dapat dipantau dengan mudah oleh guru.
3. Jaga material pengajaran yang sering digunakan dan perlengkan para siswa mudah di akses.
4. Pastikan bahwa para siswa dapat dengan mudah melihat presentasi dan tampilan seisi kelas.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh guru dalam menata lingkungan fisik kelas menurut Loisell (Winataputra, 2003: 9.22) yaitu:
1. Visibility ( Keleluasaan Pandangan)
2. Accesibility (mudah dicapai)
3. Fleksibilitas (Keluwesan)
4. Kenyamanan
5. Keindahan
Penyusunan dan pengaturan ruang belajar hendaknya memungkinkan anak duduk bekelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu dan memantau tingkah laku siswa dalam belajar. Dalam pengaturan ruang belajar, hal-hal berikut perlu diperhatikan menurut Conny Semawan,dkk. (udhiezx.wordpress: 3) yaitu:
Ukuran bentuk kelas
Bentuk serta ukuran bangku dan meja
Jumlah siswa dalam kelas
Jumlah siswa dalam setiap kelompok
Jumlah kelompok dalam kelas
Komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa yang pandai dan kurang pandai, pria dan wanita).
B. Saran 
Sebagai seorang guru sangat penting memperhatikan kegiatan pembelajaran tujuannya menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas dengan tata ruang kelas yang mengkondisikan siswa berperan aktif untuk menjangkau pengetahuan yang diperoleh dan berbagai informasi penting yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diikuti selama kegiatan belajar berlangsung. Selama proses pembejaran berlangsung guru membimbing dengan dibantu fasilitas dan perlengkapan alat sekolah yang menunjang kegiatan para siswa. Kegiatan pembelajaran yang di berikan banyak ragamnya di dukung dengan bentuk tata ruang yang dapat menjangkau para siswa agar semua materi pelajaran dapat tersampaikan dengan jelas dan siswa dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu guru dapat melakukan perubahan bentuk-bentuk tata ruang yang disesuaikan dengan model pembelajaran yang menyenangkan dan cerdas agar siswa tidak merasa jenuh dengan bentuk tata ruang yang setiap hari dengan bentuk yang sama. Kemudian guru juga bisa membuat variasi lain dengan membuat suatu papan kreasi sebagai bentuk penghargaan hasil karya/ kerja siswa dalam mengikuti pembelajaran. Suasana di dalam kelas menjadi hidup menambah semangat siswa untuk belajar didalam kelas.  

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad. 1995. Syarat-syarat Kelas yang Baik. http://www.sekolahdasar.net/2009/02/kelas-yang-nyaman-dan-menyenangkan.html (Diunduh 04 November 2012)
Ahmad. 1997. Syarat-syarat Kelas yang Menyenangkan. http://www.sekolahdasar.net/2009/02/kelas-yang-nyaman-dan-menyenangkan.html (Diunduh 04 November 2012)
Conny Semawan,dkk. Penyusunan dan pengaturan ruang belajar . http://www.sekolahdasar.net/2009/02/kelas-yang-nyaman-dan-menyenangkan.html. (Diunduh 04 November 2012)
Djauzak Ahmad. 2004. Perabot Kelas. http://www.sekolahdasar.net/2009/02/kelas-yang-nyaman-dan-menyenangkan.html (Diunduh 04 November 2012)
Evertson, M, Carolyn., Edmund, T, Emmer. 2011. Manajemen Kelas untuk Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.
Komsini., dan Dwi Sri H. 1997. Manajemen Kelas (SBM II). Semarang: IKIP Semarang Press
Louisell. Prinsip Menata Lingkungan Fisik Kelas. http://www.masbied.com/2009/10/30/faktor-yang-mempengaruhi-proses-pengelolaan-kelas.html (Diunduh 04 November 2012)
Manajemen Kelas Karangan (Suryosubroto:2004) dikutip oleh Atika Nurjanah Mahasiswa PGSD Semester 5.
Manajemen Kelas Karangan (Komsini., dan Dwi Sri H :1997) dikutip oleh Atika Nurjanah Mahasiswa PGSD semester 5
Suryosubroto, Drs. B. 2004. Manajemen Pendidikan Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.


1 komentar: